REPLIKADEPRESI
@Wormrot juni - juli tour eropa tiap hari wuah, hajar semangat pakcik salam :)

earache:

WORMROT coming to grind your face off this week. Bath Fri, Nottm Sat. ARE YOU READY?

puresaturday:

Teks monolog Satria Nur Bambang - “Monolog II”

Pure Saturday “Grey Concert”

15 Mei 2012

Gedung Kesenian Jakarta

puresaturday:

Teks monolog Satria Nur Bambang - “Monolog II”

Pure Saturday “Grey Concert”

15 Mei 2012

Gedung Kesenian Jakarta

puresaturday:

Teks monolog Satria Nur Bambang - “Monolog I”

Pure Saturday “Grey Concert”

15 Mei 2012

Gedung Kesenian Jakarta

possessedtomerch:

potret kenyataan didepan gerbang konsumerisme masyarakat urban abad 21..seorang anak penjaja koran tertidur ditengah hingar bingar 711 pondok indah

possessedtomerch:

potret kenyataan didepan gerbang konsumerisme masyarakat urban abad 21..seorang anak penjaja koran tertidur ditengah hingar bingar 711 pondok indah

Best Seller CD di Omuniuum - Bulan April 2012

omuniuum:

1. Komunal - Gemuruh Musik Pertiwi
2. Kompilasi Radio Killed The TV Star
3. Rajasinga - Rajagnaruk Digipack
4. Payung Teduh - Dunia Batas
5. Tulus s/t

Teman-teman bisa follow twitter mereka : @Komunal @OrganicRecords @Grindcoresinga @payungteduh @tulusm / @musiktulus

Untuk melihat katalog CD yang ada di Omu, silakan klik : CD Kat.

Terimakasih untuk teman-teman yang masih setia membeli CD dan juga untuk semua record label dan distributor yang menitipkan penjualan CD di Omu. 

[liirk] komoditi/arogansi tanpa arah

titik nadir kesedihan menghantam jiwa yg tak berprasangka
gelap tawa menaungi mimpi indah sang penghancur
sulit membayangkan tikam menikam tampak jelas tanpa arah
kehancuran kian dekat keindahan kian menjauh

pusat gala bencana tiap saat mengintai
tanpa ampun sikat mengikat menjerat
lalu pergi tanpa peduli hanya pedulikan kenyaman nafsu duniawi
girang pergi bersama tangis dan darah menghantui

retak kering dan tak layak
ungkap kebusukan niat para pemuja kesempurnaan
garap nyawa lenyapkan nuansa manusiawi
berpikir hanya komoditi tanpa arah

[lirik] evakuasi natural

sendi terasa pedih tergores airmata tirani yg mengaliri tiap ujung nafas sesak menghimpit jerat menikam rongga
insting berpindah mencari kelayakan hidup yg terus menghujam menusuk sanubari tanpa peduli arogansi
terikat tradisi enyahkan peduli tepis semua rasa marah hati biar pergi tinggalkan sendiri bentengi hati
tegakkkan altar dengan dada yg membusung dirampas dengan cara yang membunuh pasung kaki bumi

evakuasi natural
bingkai kenistaan
bongkah kepedihan
rajut kehancuran

[lirik] ornamen kepalsuan

bergulat dlm lumbung penuh kebencian, semakin terjerumus dlm kenistaan
emosi amarah liar menghujam penuh hati yg memerah
keruh pekat mengalir tanpa halangan

nuansa fana jelas menghiasi ornamen kepalsuan di atas mimbar pengabdian
menjadi budak dunia dengan semua arogansi tanpa henti
korbankan diri dengan ritual kebusukan

pedih menyayat derita luka
mengangah terbuka dan bernanah
merah yang menghitam akut

[lirik] pembenaran atas kesalahan

rasakan kepedihan yang menggores nurani
meneteskan air mata darah kebencian
dendam kian merasuk dan mendesak memenuhi tiap sudut emosi liar jiwa
 
satu luka beribu duka yang tertinggal
hingga semua terlampiaskan puas
panaskan arogansi tanpa arah biar menusuk keseluruh bagian tubuh

mencari pembenaran atas semua kesalahan
tiupkan angin surga yang terasa adalah hawa panas neraka